Daerah Sekitar Bengawan Solo Diminta Mulai Waspada

Posted on Selasa, 19 November 2013 and filed under . You can follow any responses to this entry through theRSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry from your site

Kabarlamongan.com : Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Jawa Timur memperkirakan potensi bencana banjir terparah berada di lima kabupaten terdekat dari aliran Bengawan Solo, daerah itu meliputi Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik dengan perkiraan desa terdampaknya mencapai sebanyak 239 desa.

“Kemungkinan terbesar desa terdampak berasal dari aliran Bengawan Solo itu, lima daerah itu sudah kita minta untuk siaga,” ujar kepala BPBD Jatim, Sudarmawan, Senin (18/11).

Menurutnya, selama ini memang usaha penanggulangan bencana banjir dari aliran Bengawan Solo belum bisa dikatakan efektif. Meski sudah dilakukan pembangunan tanggul dan pengerukan sungai, potensi terbesar terjadinya bencana banjir tetap dari aliran bengawan solo itu.

Selain 5 daerah itu, potensi terbesar bencana banjir kedua berasal dari Kali kemuning Sampang Madura. Diperkirakan sekitar 37 desa bakal terdampak, desa terdampak pun bisa semakin luas mengingat letak geografis daerah itu yang berada di bawah permukaan air laut, sehingga akan tetap menjadi langganan bencana banjir ketika musim penghujan.

“Kalau kita lakukan pengerukan kali Kemuning tetap tidak optimal, karena ketika laut mengalami pasang  jelas air itu akan masuk kembali ke kali dan meluber ke desa sekitar. Ini akibat daratan Sampang yang lebih rendah dari permukaan laut,” tuturnya.

Selain bencana banjir itu, Pacitan juga masuk menjadi daerah paling rawan bencana ketiga pada musim penghujan ini. Potensi longsor di daerah ini cukup besar dan bisa mengancam terhadap 45 desa yang bakal terdampak.

“Selama ini hampir 33 persen longsor di Jatim memang terjadi di Pacitan,” terangnya.

Bila melihat data BPBD Jatim terkait peristiwa bencana longsor di Jatim pada tahun awal 2013 lalu, dari 137 tanah longsor yang menerpa daerah Jatim di Batu, Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Lumajang, Malang, dan Jombang, tercatat 32,8 persennya terjadi di Pacitan.

Menghadapai musim hujan yang berpotensi banjir dan longsor ini, Sudarmawan menegaskan dalam rentang bulan November hingga Desember ini, di Jawa Timur baru memasuki masa siaga darurat, artinya pihak BPBD seluruh kabupaten/kota hanya melakukan persiapan pra bencana, seperti pendataan kebutuhan jelang banjir, penyediaan buffer stok  makanan cepat saji, evaluasi bencana sebelumnya, langkah perkecil resiko, hingga rencana jalur evakuasi.

“Seperti di Bojonegoro telah dibangun tempat evakuasi bencana di kecamatan Trucuk, sehingga ketika bencana tiba, tidak akan kerepotan,” tuturnya.

Sementara pada rentang Januari hingga Februari nanti, menurut Sudarmawan akan memasuki masa darurat bencana, karena pada bulan itu merupakan puncak hujan di wilayah Jatim, kemudian pada bulan Maret mulai memasuki tahap transisi darurat bencana.

“Di sinilah nanti BPBD berfungsi sebagai komando dan kordinator, masalah dapur umum ada tim Tagana, tanggap bencana ada tim SAR, intinya semua tanaga yang kita punya kita kerahkan,” terangnya. (SPo/Ding)

0 Responses for “ Daerah Sekitar Bengawan Solo Diminta Mulai Waspada”

Leave a Reply

http://setaprod.blogspot.com

Recently Commented

Recent Entries

Info Persela

setaprod.blogspot.com

Berita Lamongan Jawa Timur Terkini

Diberdayakan oleh Blogger.