Generasi Bangsa, Ayo Sejahterakan Indonesia !

Posted on Minggu, 15 Desember 2013 and filed under , , , . You can follow any responses to this entry through theRSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry from your site

Kabarlamongan.com : Lamongan - Siapa yang tak tahu akan kekayaan negeri kita ini? Dari segi budaya, bangsa, kekayaan hewani, nabati, mineral, barang tambang, dan keragaman lainnya. Siapa juga  yang akan memungkiri  bahwa Indonesia adalah tanah surga? Pernyataan ini tentunya sudah sering didengar oleh kalangan pendidikan baik dari siswa, guru, maupun tenaga pendidik lainnya.  Tentu hal ini seharusnya menjadi pertimbangan bagi mereka bahwa sebenarnya banyak potensi yang bisa dimanfaatkan demi kesejahteraan Indonesia. Namun pada kenyataannya, justru potensi-potensi ini lebih banyak dirasakan hasilnya oleh bangsa lain dari pada dimanfaatkan untuk bangsa sendiri. Hasil pertanian, pertambangan mentah, bahkan SDM berkualitas dikirim ke luar negeri. Lalu bagaimana nasib negeri kita yang hanya mendapat “ampas” dari kekayaan alam sendiri??

Berbanding terbalik dengan Jepang yang hanya memiliki sedikit kekayaan alam.  Meski begitu, negara ini berhasil masuk dalam persaingan ekonomi dan teknologi dunia. Jepang mampu mengorganisir penduduk dan potensinya dengan baik.  Mereka mengirim SDM belajar keluar negeri  untuk belajar dan kemudian mengembangkan di negaranya sendiri. Mereka mengolah potensi mentah menjadi barang yang memiliki value. Pendidikan diprioritaskan demi kemajuan dan kebangkitan bangsanya. Tak heran segala sektor baik ekonomi, teknologi, dan industri dapat dikuasai.

Bisa kita lihat bagaimana kondisi negeri ini. Dengan kekayaan alam dan potensi yang dimiliki kemiskinan meraja lela. Tak seharusnya juga anak-anak putus sekolah. Pendidikan di Indonesia seharusnya tertantang untuk memanfaatkan kekayaan yang ada. Lalu bagaimana  alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini?

Tak dapat dipungkiri bahwa sejuta kekayaan ada di Indonesia. Setiap daerah menyimpan SDA yang sebenarnya dapat diolah dan dimanfaatkan terus menerus oleh penduduknya. Sebut saja pulau Jawa yang meski menjadi pulau terpadat se-Indonesia namun masih dapat menghasilkan berbagai macam tanaman mulai dari sayur, buah, dan hasil perkebunan serta hasil pertanian lainnya. Masyarakat dapat mencukupi kebutuhan mereka dari hasil alam yang dikelolanya sendiri bahkan dapat mengirimnya ke luar pulau, bahkan luar negeri sekalipun. Belum lagi jika mereka mampu mengolah SDA itu menjadi lebih dari bahan mentah. Mungkin ini bisa menjadi aset yang dapat membantu negara mengentas masalah kemiskinan.

Lihatlah apel khas malang yang  diolah menjadi minuman, makanan, bahkan jajanan yang mempunyai nilai tinggi di mata bangsa. Begitu pula ubi jalarnya yang semula hanya menjadi makan orang desa kini menjadi lebih bernilai ketika sudah diolah. Tempat jajanan Bakpao Telo di lawang misalnya. Berbagai olahan bakpao bisa kita temukan disana mulai dari kripik, bakpao, brownies, jenang, dan masih banyak lainnya. Tentunya kualitas dan kreativitas ini tak bisa dibayar dengan harga murah. Coba bayangkan seandainya penduduk Indonesia mampu berfikir dan berkreatifitas dengan hasil SDA dan kekayaan yang ada disekitarnya. Melihat hasil alam lainnya juga, laut; tambang; biogas; dan lain-lain, bukan mustahil Indonesia menjadi negara maju.

Begitu banyak kekayaan Indonesia yang kita miliki.  Dengan melihat jumlah penduduk di Indonesia harusnya negara tak kualahan untuk mengolah bahan-bahan mentah. Salah satu masalah yang seharusnya patut dibenahi adalah SDM Indonesia. Minimnya hal itu menyebabkan Indonesia tertinggal dengan negara sebelah. 63 tahun sudah kita menjadi negara statis yang hanya puas dengan predikat “Negara Berkembang”. Bukan itu sebenarnya harapan dari pendahulu kita yang mati-matian berjuang demi kemerdekaan. harusnya kita bisa lebih dari sekarang. Harusnya kita mulai berbenah.

Harapan tertuju pada generasi bangsa. Hanya pada mereka, para siswa dan mahasiswa, masa depan bangsa dipertaruhkan. Jadikan bumi Indonesia ini bukan untuk dikeruk, tapi dimanfaatkan dan dilestarikan. Untuk itu, bidang pendidikan berperan penting dalam kesejahteraan bangsa. Mutu pendidikan menjadi titik terpenting agar penerus bangsa ini dapat menjadi SDM yang berkualitas nantinya. Sekolah tidak hanya sebagai rutinitas tetapi harus benar-benar dipahami dan diterapkan ilmunya. Siswa boleh memilih bidang yang mereka suka. Namun guru dan orang tua harus mendukung, mengarahkan dan memfasilitasi agar mereka menjadi professional di bidangnya. Hal ini tentunya akan berpengaruh pada kreatifitas yang dihasilkan anak ketika mereka dewasa. Misal, Siswa SMK jurusan otomotif atau mesin yang telah mendapat pendidikan dari guru dan orang tua. Tak mustahil ia bisa menjadi pengolah barang tambang ataupun insinyur yang dapat memperbaiki pembangunan Indonesia. Seorang mahasiswa jurusan perikanan atau peternakanpun punya masa depan cerah jika mereka mampu memanfaatkan ilmunya. Sudah barang tentu karena Indonesia adalah negara agraris sekaligus maritim yang kaya akan SDA-nya.

Lalu bagaimana membuat generasi bangsa ini mencintai pendidikan yang dilakoninya? Inilah salah satu masalah yang juga harus dibenahi. Banyak kita temukan mahasiswa yang tak mengetahui prospek jurusan yang diambilnya. Tak sedikit pula kita temukan mahasiswa yang menjadikan jurusannya sebagai pelarian karena tidak diterima di kedokteran, misalnya. Kadang ada juga yang malu mengakui jurusan tempat ia berkuliah. Dan inilah momok yang akan menjadikan mereka tak dapat berkontribusi untuk bangsa dan negara. Karena malu, malas, dan ketidakjelasan pada akhirnya pendidikan hanya dianggap rutinitas belaka. Ilmu tidak dipraktekkan dan hilang begitu saja setelah lulus. Jika seperti itu, Indonesia akan menjadi negeri yang hanya bisa merangkak sementara lainnya telah berlari menuju kemajuan.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas generasi bangsa yakni membuat mereka tertarik dengan jurusan yang dipilih. Hal ini dilakukan agar mereka dapat fokus dan nantinya mereka menjadi orang-orang yang professional di bidangnya. Dengan menghargai ilmu dan keterampilan yang dimiliki, tentu seseorang akan dapat berkontribusi bagi bangsa. Tanamkan keyakinan bahwa Indonesia adalah Negara yang kaya. Baik dari bidang kelautan, pertanian, seni, budaya, bahasa, dan lain sebagainya.

Tidak perlu ada rasa khawatir seharusnya. Mahasiswa dari jurusan kesenian tentunya dapat mengolah segala macam SDA bahkan sampahpun bisa menjadi barang yang bernilai jual tinggi. Kulit jagung misalnya, bisa di buat menjadi hiasan ruang atau asesoris yang menawan. Eceng gondokpun bisa menjadi tas dan sandal. Bukankah ini juga bisa mejadi teladan  untuk lebih banyak berkreasi dengan kekayaan Indonesia yang lain? tambang misalnya. Besipun dapat bernilai lebih jika dijual menjadi berbagai macam pernak-pernik dari pada mentah. Berpikirlah untuk minyak bumi, kayu, ikan, bahasa, budaya, dan kekayaan lainnya apabila generasi bangsa kita cinta dengan pendidikan yang dijalaninya saat ini. Kesejahteraan bangsa mungkin bukan menjadi hal mustahil lagi.

Dikirim Oleh Ria Ana Safitri

0 Responses for “ Generasi Bangsa, Ayo Sejahterakan Indonesia !”

Leave a Reply

http://setaprod.blogspot.com

Recently Commented

Recent Entries

Info Persela

setaprod.blogspot.com

Berita Lamongan Jawa Timur Terkini

Diberdayakan oleh Blogger.