Kue Jumbreg, Pesona Kuliner Khas Lamongan
Posted on Rabu, 19 Februari 2014 and filed under Ekonomi , Headline News , Kue Jumbreg , lamongan , Sosial Budaya . You can follow any responses to this entry through theRSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry from your site
Kabarlamongan.com : Paciran - Selain wingko babat, satu lagi makanan Lamongan yang enak untuk dinikmati dan penampilannya cukup khas, yaitu kue jumbreg. Hanya saja kue ini memang kalah pamor dengan wingko Babat yang sudah sampai di mana-mana.
Wingko Babat memang bisa ditemui di Jombang, Gresik, di Tuban, dan di atas kereta api-kereta api meski kereta api tidak melintasi daerah ini. Bahkan, tidak hanya orang Lamongan yang mempunyai usaha kue ini, orang di luar Babat, Lamongan pun sudah banyak yang bisa membuat kue ini.
Nah, jika kebetulan sedang sedang melintasi jalan utama Pantai Utara, tepatnya di Jalan RayaDaendels, anda bisa mendapatkan kue jumbreg ini. Penjual kue jumbreg semakin banyak jika memasuki wilayah Sekanor, Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Para penjual biasanya juga menjual jumbreg bersama legen atau dawet siwalan.
Di daerah Paciran, deretan pohon siwalan yang tumbuh subur di sepanjang jalan memang banyak dijumpai. Dari pohon itulah buahnya dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk diolah menjadi berbagai penganan. Diantaranya adalah dawet siwalan dan kue jumbreg seperti yang telah disebutkan tadi.
Dawet siwalan adalah minuman dari santan kelapa yang dimasak dengan gula merah dan dicampur dengan potongan buah siwalan yang kenyal, dawet siwalan ini dapat dinikmati dingin atau tanpa batu es.
Menikmati minuman ini akan lebih lengkap dengan menyantap kudapan yang bernama jumbreg, yaitu kue bertekstur kenyal hampir mirip seperti dodol atau jenang yang terbuat dari tepung beras, santan kelapa, gula merah dan diberi potongan buah nangka.
Untuk memberi aroma, namun yang menjadikannya khas adalah dibungkus dengan wadah dari daun siwalan yang dililit menyerupai terompet kerucut. Aroma daun siwalan itu menambah cita rasa harum yang khas. Di daerah lain, kue jumbreg ini disebut juga kue clorot. Hanya bahan-bahannya saja yang berbeda sehingga rasanya pun berbeda pula dengan kue jumbreg yang di Paciran, Lamongan.
Kue jumbreg dan dawet siwalan adalah penganan yang murah meriah yang banyak dijual di pinggir jalan raya kawasan Paciran, yang berdekatan dengan daerah wisata WBL, Gua Maharani atau Tanjung Kodok. Sekali minum dan makan, untuk seorang diri tidak akan menghabiskan uang sampai lima ribu rupiah. Jika belum puas, makanan ini pun masih bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh, yang mempunyai daya tahan tidak basi sampai dua hari lamanya.
Warung-warung yang menjual penganan ini juga mempunyai bentuk yang khas, yakni beratap daun rumbia yang dianyam rapi. Karena itu, sangat mengasyikkan kalau kebetulan melintasi daerah ini berhenti sejenak untuk melepas lelah setelah melakukan perjalanan dan mencicipi segarnya dawet siwalan dan jumbreg sambil menikmati semilir angin dari perkebuan siwalan, serta sepoi-sepoi angin laut Jawa yang terdapat tidak jauh dari jalan Pantai Utara. (agb/gus)
Kue Jumbreg Kue Jumbreg Kue Jumbreg Kue Jumbreg Kue Jumbreg Kue Jumbreg Kue Jumbreg
0 Responses for “ Kue Jumbreg, Pesona Kuliner Khas Lamongan”
Leave a Reply
Recently Commented
Recent Entries
Info Persela
Berita Lamongan Jawa Timur Terkini