Sudahkah BOS Jadi ‘Malaikat’ Pendidikan Negeri Ini
Posted on Rabu, 12 Februari 2014 and filed under bos , dinas pendidikan lamongan , Headline News , lamongan , Pendidikan , Sudahkah BOS Jadi ‘Malaikat’ Pendidikan Negeri Ini . You can follow any responses to this entry through theRSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry from your site
Kabarlamongan.com : Lamongan - Perhatian pemerintah akan kelangsungan dan perkembangan pendidikan di Indonesia dapat dikatakan mulai terlihat. Hal ini dapat dilihat dengan adanya program BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diberikan pemerintah kepada sekolah-sekolah.
Seperti yang dikatakan oleh Kepala SMPN I Kalitengah, Dra. Nur Nadhiroh, M.Pd., bahwa dana BOS ini tentu sangat membantu sekolah-sekolah yang mendapatkannya dalam menjalankan proses pendidikan, terutama bagi para siswanya.
Siswa akan banyak terbantu dalam hal biaya pendidikan, dikarenakan biaya pendidikan mereka mendapatkan bantuan atau subsidi dari pemerintah.
“Walaupun adanya pemberian dana BOS ini tidak berarti membebaskan siswa dari biaya pendidikan, karena dana BOS ini hanya membantu siswa dalam hal biaya operasional pendidikan,” Katanya saat diwawancarai oleh wartawan Tabloid Lensa Lamongan, senin (3/2/2014) di ruangannya.
Pemberian dana BOS ini sangat membutuhkan partisipasi aktif dan kejujuran dari setiap pelaku pendidikan dalam pengelolaannya. Namun dalam pengelolaannya masih banyak masalah yang ditemui, baik dari pihak pemberi ataupun penerima dana BOS tersebut.
“Banyak sekali kasus dalam pengelolaan dana BOS yang ditemui dan itu dikarenakan tidak adanya transparansi dalam pengelolaannya,” ungkapnya.
Bidang pendidikan khususnya di Lamongan harus terus ditingkatkan karena bidang pendidikan merupakan salah satu faktor yang paling berpengaruh pada SDM. Kenyataan di lapangan, mayoritas masyarakat ekonominya menengah ke bawah khususnya di daerah pedesaan.
Dengan adanya BOS tersebut dapat memperlancar proses pembelajaran yang ada dalam arti meringankan beban biaya untuk proses pendidikan.
Di akhir wawancara, ibu kelahiran 5 April 1962 tersebut ikut mendukung program pemerintah dalam membantu mengentaskan kemiskinan di bidang pendidikan.
“Saya acungi jempol untuk program pemerintah yang satu ini,” ucap perempuan yang akrab dengan panggilan Bu Nur ini.
Senada dengan bu nur, Eka Sulistyawati, guru SDN Karangwungu, pun memiliki pendapat yang sama mengenai bantuan dari pemerintah dalam bidang pendidikan. Bahwa Dana BOS untuk jenjang sekolah dasar sangat berguna sekali, karena dapat meringankan pungutan biaya dari sekolah.
“Saya yang notabene mengajar di daerah pedesaan yang berjarak lumayan jauh dari kota melihat realita-realita yang nyata bagaimana kehidupan masyarakat pedesaan. Jadi ya sangat membantu sekali,” Tegasnya.
Wali Murid Merasa Kurang Diikut Sertakan Dalam Penggunaan Dana BOS
Bukan hanya transparasi penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang mendapat sorotan. Setelah berjalan beberapa tahun, tingkat partisipasi masyarakat Lamongan terhadap penggunaan Bantuan dari Negara ini juga dinilai rendah, khususnya kabupaten Lamongan wilayah selatan.
Kebanyakan masyarakat tidak tahu tentang dana BOS secara detail. Tapi ada juga masyarakat yang memahami dana BOS itu merupakan dana subsidi untuk pendidikan, mengenai sumbernya dari mana mereka tidak tahu.
Sama halnya dengan pendapat bapak Udin, wali dari salah satu pelajar sekolah SMPN favorit di lamongan mengaku tidak terlalu faham dengan adanya BOS.
“Kami selaku orang tua dan masyarakat masih banyak yang tidak paham mengenai jumlah alokasi dana BOS per siswa per tahunnya, mengenai peruntukan dana BOS, masyarakat juga tidak memahaminya,” terangnya.
“Saya merasa kurang sosialisasi mengenai hal tersebut baik oleh pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan. Dan ternyata di banyak sekolah masih ada banyak pungutan meskipun sudah ada dana BOS,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan di salah satu SMP Negeri favorit di Lamongan yang masih memberlakukan penarikan uang gedung serta uang buku dan seragam bagi mereka yang mampu maupun tidak mampu.
Sementara itu, salahsatu warga asal Desa Sukosonggo Kembangbahu Lamongan, Munif, saat diwawancarai oleh Wartawan Tabloid Lensa mengaku bahwa penggunaan dana tersebut semestinya melibatkan orang tua siswa sejak perencanaan hingga pelaporan.
"Ya memang benar kalau sebagian besar orang tua siswa pernah mendengar adanya program BOS, namun masih sangat sedikit orang tua yang tahu informasi rinci tentang BOS," katanya.
Ia juga menambahkan, meskipun kebanyakan orang tua keberatan, mereka masih rela membayar meskipun dengan cara berhutang dari pada nanti anaknya yang terkena imbasnya.
Berkenaan dengan Transparansi dana BOS ke orang tua siswa, banyak masyarakat yang menyatakan belum ada laporan dari pihak sekolah tentang penggunaan dan BOS secara rinci. Biasanya orang tua siswa hanya mendapatkan edaran penggunaan dana tapi sumbernya dari mana orang tua tidak paham dan tidak bisa mengkritisinya.
Ia menyerukan agar pengelolaan dana BOS lebih transparan untuk mengakomodasi mekanisme keluhan masyarakat.
Penyusunan anggaran pendapatan dan belanja sekolah, termasuk penggunaan BOS yang terjadi di sekolah-sekolah masih bersifat dari atas ke bawah.
"Tidak heran jika transparansi dan akuntabilitas pemanfaatan dana BOS tidak terwujud," pungkasnya. [Hrs/BoD/ning]
0 Responses for “ Sudahkah BOS Jadi ‘Malaikat’ Pendidikan Negeri Ini”
Leave a Reply
Recently Commented
Recent Entries
Info Persela
Berita Lamongan Jawa Timur Terkini