5 Bulan Penyuluh Pertanian Tak Terima Honor
Posted on Rabu, 26 Maret 2014 and filed under lamongan , Penyuluh , pertanian , Sosial Budaya . You can follow any responses to this entry through theRSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry from your site
Kabarlamongan.com : Lamongan – Honor Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian selama hampir 5 bulan ternyata belum cair, hal tersebut membuat mereka resah karena berulangkali menagih namun hanya mendapat janji-janji belaka.
Anggota Forum Komunikasi Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (FK THL-TBPP) Jatim, Heni Heni Istianto mengatakan, di Jawa Timur lebih dari 2.000 orang anggota dan semuanya belum menerima honor sejak bulan oktober tahun lalu. Dikatakan oleh Heni, jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain ternyata honor THL di Jatim sendiri yang hingga kini belum cair.
"Kami sudah berkali-kali mempertanyakan hal ini tetapi belum ada jawab pasti," kata Heni kepada wartawan, Rabu (26/3/2014).
Mereka, kata Heni, pernah dijanjikan jika honor mereka yang berasal dari dana Dekosentrasi dari pusat itu akan dicairkan paling lambat bulan awal Februari, tapi hingga kini ternyata belum juga dicairkan.
Padahal, para THL pertanian ini mendapat informasi kalau dana Dekosentrasi dari Badan Penyuluhan Pertanian Kementrian Pertanian telah turun pada bulan januari lalu.
"Untuk Jawa Timur dana Dekosentrasi ini di bawah naungan Ketahanan Pangan," jelasnya.
Heni mengungkapkan, honor THL tenaga bantu pertanian lapangan yang belum juga dicairkan tersebut berbeda-beda untuk masing-masing orang. Untuk yang lulusan SLTA honornya sebesar Rp 1,1 juta perbulan, untuk Diploma sebesar Rp 1,4 juta dan paling banyak untuk lulusan S1 yaitu sebesar Rp 2 juta.
"Paling banyak adalah THL lulusan S1," ungkapnya.
Sebagai tenaga kontrak, lanjut Heni, mereka meneken kontrak pertahun selama 10 bulan dan kontrak terakhir mereka adalah pada Oktober tahun 2013. Dan sejak bulan Oktober tersebut honor mereka belum juga cair.
Hal yang sama juga diamini oleh THL asal Lamongan, Andika yang juga mengaku hingga kini mereka belum juga menerima honor THL sebagai hak mereka. Untuk wilayah Lamongan sendiri tercatat setidaknya ada lebih dari 150 THL dan semuanya juga belum menerima honor yang seharusnya mereka terima.
"Kami berharap agar pemerintah segera mencairkan honor kami untuk kelangsungan hidup kami," pungkasnya. (ju/gus)
0 Responses for “ 5 Bulan Penyuluh Pertanian Tak Terima Honor”
Leave a Reply
Recently Commented
Recent Entries
Info Persela
Berita Lamongan Jawa Timur Terkini