Opini : Menjadi Pemimpin Yang Ideal

Posted on Jumat, 04 April 2014 and filed under , , . You can follow any responses to this entry through theRSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry from your site

Kabarlamongan.com : Seorang pemimpin adalah tonggak utama dalam  sebuah instansi, kelompok dan komunitas ,Pemimpin adalah orang yang memberikan visi dan tujuan. Dalam suatu kelompok katakanlah, bila tidak mempunyai tujuan sama saja dengan membubarkan organsasi tersebut. Dan hanya pemimpinlah yang mampu mengatur dan mengarahkan semua itu. Dan sejarah teori kepemimpinan menjelaskan bahwa kepemimpinan yang dicontohkan islam adalah model terbaik.

Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang cara memimpinnya beracuan pada Al-Qur’an dan Hadist sebagai sumber hukum utama ajaran Islam. Tidak semata mata membuat aturan sendiri yang menyimpang dari ajaran Islam. Banyak orang yang kurang tahu tentang kriteria pemimpin menurut pandangan Islam dan cara memimpin dalam Islam. Keadaan ini sangat mengkhawatirkan melihat banyaknya perilaku seorang pemimpin yang tidak sesuai dengan yang diajarkan dalam Islam, salah satu penyebab dari kekacauan yang akhir-akhir ini terjadi adalah peran pemimpin yang kurang mampu membawa keadaan yang lebih baik.

Seorang pemimpin harus adil bisa mengayomi semua golongan bukan hanya berpaku pada satu golongan tertentu dan terkesan untuk menghancurkan golongan yang dianggap berbeda pikiran dan keyakinan bahkan berbeda pendapat pun harus dibinasakan.

“Sesungguhnya, Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum antara manusia, supaya kamu menetapkan hukum dengan adil. Sesungguhnya Allah  memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu. Sesungguhnya Allah sentiasa mendengar, lagi sentiasa melihat.” (Surah an-Nisa’ : ayat 58)

Pemimpin yang adil menurut perspektif al-Quran adalah mereka yang mampu membawa wadah perjuangan ini ke arah keredaan Allah serta dapat menjaga amanat yang diberikan karena sesungguhnya seorang pemimpin itu akan dimintai pertanggung jawaban di akherat kelak

“Apabila sesuatu amanah itu disalahgunakan (disia-siakan), maka tunggulah saat kehancuran. Para sahabat bertanya: Bagaimana amanah itu disalah gunakan wahai Rasulullah? Baginda menjawab: Yaitu apabila tugas atau tanggungjawab sebagai pemimpin itu diberikan (diserahkan) kepada bukan ahlinya atau bukan orang yang layak, maka tunggulah saat kehancuran.”

Ciri-Ciri  Pemimpin yang tidak amanah, adalah sbb:

pemimpin yang tidak amanah adalah mementingkan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya. Jika pemimpin yang amanah melaksanakan segala kepemimpinannya untuk semua rakyat dan bangsanya, maka pemimpin yang tidak amanah melakukannya hanya untuk diri sendiri, keluarga dan kelompoknya. Ia tidak menegakkan keadilan bagi seluruh anggota kelompoknya. Ia juga tidak mengembangkan potensi untuk kemajuan kelompoknya, tetapi untuk kepentingan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya saja, bahkan bila perlu dengan mengorbankan kelompok yang dianggap bersebrangan. Na’udzu billah min dzalika.

Ciri selanjutnya adalah berlaku zhalim. Pemimpin yang tidak amanah bersifat zhalim. Dia melaksanakan kepemimpinan itu bukan untuk melaksanakan amanah, melainkan  untuk berkuasa dan arogan sehingga dapat berbuat zhalim kepada rakyatnya. Yang dipikirkan adalah kekuasaannya dan fasilitas dari kekuasaan itu, tidak anggota kelompoknya menderita dan sengsara bahkan tidak peduli tumpahnya darah dan pengorbanan yang sia sia karena kezhalimannya.

Ciri yang lain adalah pemimpin yang membuat rusak dan hancur seluruh tatanan sosial masyarakat. Pemimpin yang tidak amanah akan mengakibatkan kerusakan dan kehancuran. Salah satu bentuknya adalah menjadi dominannya seluruh bentuk kemaksiatan, seperti Korupsi, Kulusi dan Nepotisme

Dengan demikian kita harus memunculkan pemimpin yang adil, yaitu pemimpin yang senantiasa menegakkan keadilan dan berbuat untuk kemaslahatan rakyatnya di dunia dan di akhirat.  Kita harus berjihad untuk sebuah proses lahirnya pemimpin yang adil. Kita harus menyiapkan ibu-ibu yang akan mencetak pemimpin yang adil. Kita juga harus menyiapkan sarana untuk terciptanya pemimpin yang adil, Dan akhirnya kita harus berdakwah, beramar ma’ruf nahi munkar agar mendapatkan pemimpin yang adil..

Pemimpin yang Baik Menurut Islam


  1. Beriman & Bertaqwa dengan sebenarnya, yaitu: mampu memelihara hubungan baiknya dengan Allah (seperti dengan shalat), memelihara hubungan baiknya dengan manusia (seperti dengan zakat) & tunduk secara bersama kepada Allah, Rasul-Nya & orang-orang beriman.

  2. Amanah /credible / dapat dipercaya Secara umum, orang dipercaya karena 2 hal, yaitu:

    1. Integritas kepribadiannya, seperti: shiddiq (benar & jujur), adil, ramah, istiqamah & bertanggung jawab. Uswatun hasanah

    2. Kemampuannya, seperti: profesional/ahli       dalam memenej tugas, atau fathanah /cerdas. Pemimpin yang fathanah harus memiliki 3 kecerdasan, yaitu:

    3.  Kecerdasan intelektual: Berilmu, berwawasan luas, cerdas-kreatif, memiliki pandangan jauh ke depan / visioner

    4. Kecerdasan spiritual: Kemampuan menterjemahkan kehendak Allah dalam pikiran, sikap & prilaku. Dia melakukan sesuatu bukan karena yang lain melainkan hanya karena Allah semata (Ikhlas)

    5. Kecerdasan emosional: Sabar, yakni mampu mengendalikan emosi jiwanya, tahu kapan harus bertindak tegas & kapan toleran.

    6. Syajâ‘ah, yaitu: berani menyatakan kebenaran & memutuskan perkara secara adil & bijak, serta berani menyeru pada kebaikan & mencegah kemungkaran. Hanya orang yang benar-benar bersih & yakin akan kebenaran yang diperjuangkannya serta takut pada Allah yang berani menyampaikan kebenaran risalah Ilahi.

    7. Mencintai & dicintai Rakyatnya, Bukti kecintaan pemimpin terhadap rakyatnya yaitu dia kenal & dekat dengan rakyatnya, peka dan peduli terhadap nasib rakyatnya, tidak mau menyusahkan mereka dan selalu mendoakannya. Kemampuan merasakan penderitaan manusia dan sangat peduli dengan keselamatan mereka, dan dimiliki oleh Nabi saw yang tulus mencintai mereka.

    8. Uswatun Hasanah, yaitu: bisa menjadi teladan yang baik dan teduh sehingga mampu mendidik orang yang dipimpinnya dengan keteladanan dan nasihat yang baik pula.




“Dan kamu semua adalah pemimpin dan kamu semua akan diminta pertanggungjawabannya atas kepemimpinan itu”. Umar bin Khathab r.a. berkata: Jika ada seekor keledai yang jatuh di Irak, maka aku akan ditanya di hadapan Allah Taala, kenapa engkau tidak memperbaiki jalan itu”

Doa kita adalah doa yang diabadikan dalam Al-Qur’an:

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa”.

Semoga kita semua selalu diberikan petunjuk oleh Allah, untuk menjadi manusia yang selalu mendapat ridho-Nya.

Oleh : AHMAD RIZANU ALAMI, S.Pd.I. Guru SDN NGAMBEG KEC. PUCUK

Baca informasi seputar Kabupaten Lamongan hanya di Kabarlamongan.com

Kabar Lamongan.com Berita Lamongan Jawa Timur Terkini

0 Responses for “ Opini : Menjadi Pemimpin Yang Ideal”

Leave a Reply

http://setaprod.blogspot.com

Recently Commented

Recent Entries

Info Persela

setaprod.blogspot.com

Berita Lamongan Jawa Timur Terkini

Diberdayakan oleh Blogger.