DPL Nilai Penerapan UN Perlu Dikaji Kembali

Posted on Senin, 19 Mei 2014 and filed under , , , . You can follow any responses to this entry through theRSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry from your site

Kabarlamongan.com : Lamongan - Kasus pencurian soal Ujian Nasional di Lamongan yang kini tengah ditangani Polda dan Polres Lamongan tampaknya memiliki banyak sebab, selain hasil Try Out yang belum memuaskan, juga penerapan UN menjadi tren ketakutan sendiri bagi setiap pelaku pendidikan di Lamongan.

Kepanikan yang demikian ini diyakini oleh wali murid dan siswa. Apalagi merujuk hasil ujian Try Out persiapan sebelum pelaksanaan UN mengecewakan, lebih dari separuh siswa SMA sederajat khususnya swasta dan sebagian negeri yang mengikuti ujian Try Out dinyatakan tidak lulus. Padahal Try out sendiri dilakukan, untuk memberikan gambaran sementara tentang kemampuan siswa dan sejauh mana tingkat kesiapan siswa sebelum akhirnya mengerjakan hasil tes UN, teryata 50 persen siswa belum siap.

Fakta yang demikian ini tidak dibantah oleh guru dan kepala sekolah di Lamongan. Lebih dari tiga guru dan kepala sekolah yang ditemui oleh Surabaya Pagi melakukan testimoni. Kalau upaya yang dilakukan oleh guru dan lembaga pendidikan itu semua tidak lebih untuk menyelamatkan masa depan siswa dan juga kelangsungan lembaga pendidikan tersebut.

"Adanya kecurangan UN kemarin itu adalah bentuk kepanikan kami sebagai dewan guru, tidak ada tujuan lain selain hanya menyelamatkan para siswa dari ketidaklulusan, kalau ada yang sampai memanfaatkan untuk bisnis, saya tidak tahu pikiran mereka,"kata salah satu Kepala Sekolah SMA yang namanya enggan untuk dipublikasikan.

Dikatakan, ia dan dewan guru tidak bisa membayangkan, kalau tidak ada bocoran soal UN, bagaimana nasib anak didiknya kedepan dan juga nasib lembaga pendidikan yang menaungi siswa tersebut."Secara moral dan sikologis kalau ada siswa yang sampai tidak lulus, jelas dampaknya tidak hanya pada siswa tapi guru dan lembaga pendidikan," katanya.

Karena lembaganya kepingin eksis, dan tidak ingin siswanya sampai tidak lulus, akhirnya jalan pintas dengan mencari bocornya soal tersebut, yang selanjutnya oleh guru dikejakan lalu diberikan kepada siswa.

Terpisah Ketua Dewan Pendidikan Lamongan (DPL) R. Khusnu Yuli Setyo saat dihubungi menyatakan, problem adanya kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA sederajat beberapa waktu yang lalu, semakin menunjukkan kalau program UN adalah kurang bisa diterima oleh guru, siswa dan lembaga pendidikan.

Karena menurutnya, study selama 3 tahun ditentukan hanya dalam waktu 4 hari dianggap kurang bijak. Dan masih kata Khusnu, sistem yang demikian ini harus dikaji, karena bisa menimbulkan upaya guru dan lembaga pendidikan melakukan kecurangan. "UN semestinya tidak segalahnya dalam menentukan kelulusan, kelulusan tetap harus dikembalikan kepada lembaga pendidikan masing-masing, agar praktek kecuragan yang demikian ini tidak terjadi, karena ukuran lulus banyak dipengaruhi faktor, bukan hasil UN saja," ungkapnya. (sbo/ding/fbi)


Baca Juga : Pengakuan Guru MTs tentang Tersebarnya Kunci Jawaban UN

0 Responses for “ DPL Nilai Penerapan UN Perlu Dikaji Kembali”

Leave a Reply

http://setaprod.blogspot.com

Recently Commented

Recent Entries

Info Persela

setaprod.blogspot.com

Berita Lamongan Jawa Timur Terkini

Diberdayakan oleh Blogger.