KPUD Lamongan : PPK dan PPS Harus Jeli Terkait Pemilih Ganda

Posted on Selasa, 08 April 2014 and filed under , , , . You can follow any responses to this entry through theRSS 2.0 . You can leave a response or trackback to this entry from your site

Kabarlamongan.com : Lamongan - Sejumlah persoalan Pemilihan Umum Legislatif terus bermunculan, padahal penyelenggaraan pesta rakyat lima tahunan tersebut akan berlangsung kurang dari satu hari lagi (besok). Sejumlah persoalan paling menonjol yakni ditemukannya sejumlah pemilih ganda yang mendapatkan undangan untuk mencoblos di dua TPS yang berbeda, dan satu keluarga dalam mencoblos tempatnya diacak dan tidak sama.

Bahkan yang lebih parah lagi, masih adanya TNI/Polri serta orang meninggal mendapatkan undangan untuk mencoblos. Kondisi demikian itu sudah didapati hampir menyeluruh di wilayah Lamongan, karena amburadulnya persiapan pileg potensi masyarakat memilih Golongan Putih (Golput) cukup besar.

Kekacuan adanya undangan ganda untuk mencoblos banyak dijumpai oleh petugas PPS di wilayah Perum Graha Indah Tambakrigadung Kec Tikung Lamongan. Tidak sedikit petugas PPS ini menjumpai adanya surat undangan mencoblos dua kali, kondisi yang demikian ini membuat petugas harus kerja ekstra dan hati-hati dan teliti.

Padahal dari awal dilakukan pendataan, petugas PPS di tingkat Desa/Kelurahan sudah memvalidasinya, salah satunya dari unsur TNI/Polri dan orang meninggal sudah dicoret, tapi dalam DPT masih saja muncul nama-nama tersebut.

"Saya heran, DPT yang diserahkan ke kita masih saja terdapat nama-nama dari TNI/Polri dan orang meninggal, kondisi yang seperti menambah beban pekerjaan kita, apalagi banyak juga pemilih yang mendapatkan panggilan ganda, dan petugas yang menyerahkannya juga tidak sama, data ini semua katanya dari kecamatan,"keluh Agus salah satu petugas PPS.

Bahkan menurut petugas PPS lainya, yang mendapatkan tugas untuk memberikan undangan ke 60-100 pemilih menyebutkan, tidak lebih dari 15 orang yang masuk data ganda, hal itu belum termasuk dari unsur TNI/Polri dan orang meninggal."Panggilan ganda ini juga ada di data anggota PPS lainnya dalam satu TPS, fakta ini yang membuat kami binggung dan harus bekerja ekstra,"keluhanya.

Hal serupa juga pernah terjadi didaerah lainnya. Seperti yang disampaikan oleh Mustakim Panwas bagian Penindakan ini menyebutkan, di wilayah Kecamatan Pucuk, panitia pengawas kecamatan (Panwascam), saat dilakukan validasi data pemilih sementara menemukan adanya pemilih ganda, dan dari unsur TNI/Polri dan orang meninggal masuk DCS.

Namun setelah direkomendasikan untuk dicoret, namun nama-nama yang disebut sejumlah 600 orang itu hingga saat ini masih masuk DPT."Data DPT memang amburadul kami di Panwas juga sudah merekomendasikan ke KPU terkait nama-nama tersebut dicoret, namun kenyataanya masih seperti ini,"kata Mustakim.

Terpisah Ketua KPUD Lamongan Khoirul Huda membenarkan adanya pemilih yang mendapatkan panggilan ganda. Hal itu bisa terjadi salah satunya Nomer Induk Kependudukan (NIK) tidak sama tapi namanya sama dan alamatnya sama, dan itu muncul di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Meski demikian pihaknya memastikan pemilih yang mendapatkan panggilan mencoblos ganda, tidak bisa mencoblos dua kali, dan akan tersaring dengan sendirinya, karena sistem tidak memberikan peluang pemilih mencoblos dua kali."Saya sudah perintahkan petugas PPK dan PPS menarik kembali, atau lebih jelih lagi bila ditemukan udangan ganda untuk tidak diberikan begitu saja, harus dicek terlebih dahulu dengan calon pemilih,"pungkasnya. (sbp/gus)

Update Informasi Kabupaten Lamongan Hanya di Kabarlamongan.com, Berita Lamongan Jawa Timur Terkini.

0 Responses for “ KPUD Lamongan : PPK dan PPS Harus Jeli Terkait Pemilih Ganda”

Leave a Reply

http://setaprod.blogspot.com

Recently Commented

Recent Entries

Info Persela

setaprod.blogspot.com

Berita Lamongan Jawa Timur Terkini

Diberdayakan oleh Blogger.